Assalamu’alaikum.wr.wb.
Bagaimana
kabar mu hari ini ?? Apakah kau baik-baik saja ?? jika iya, maka kita sama. Aku
juga baik-baik saja. Namun, jika ternyata kau sedang sakit, maka aku hanya bisa
berdo’a kepada Allah untuk menyembuhkan dan mengangkat penyakit mu.
Apa
kabar iman mu hari ini ?? Apakah tetap istiqomah menjalankan aturanNya ?? Atau
sedikit goyah untuk mentaati perintahNya ?? bagaimanapun kabar imanmu hari ini,
do’a ku semoga kau, semoga kita tetap bisa istiqomah untuk menjalakan
perintahNya dan menjauhi laranganNya. Semoga kau dan semoga aku tetap dalam
naungan kasih dan sayangNya.
Saat
aku menulis surat ini, aku tidak tahu, emm.. aku belum tahu siapakah gerangan
yang akan menjadi suami ku kelak. Tapi,, siapapun engkau itu, aku percaya,
kaulah pilihanNya yang terbaik untuk bisa menua bersama ku menuju surgaNya.
Aku
percaya kaulah pilihan terbaikNya untuk dapat menuntunku menyusuri jalan ini
hingga sampai pada JannahNya. Aku percaya kaulah pilihan terbaik dariNya yang
bisa membawaku semakin dekat dan mencintaiNya. Aku yakin kaulah pilihan terbaik
dariNya yang akan selalu mengingatkanku akan kewajiban ku padaNya. Aku yakin
kaulah pilihan terbaik darinya yang akan menjadikanku wanita yang jauh lebih
baik dan menjadikanku wanita yang paling bahagia.
Saat
aku menulis surat ini, aku benar-benar tak tahu seperti apa dirimu. Aku
percaya, kau tak mungkin semulia Muhammad Saw. Juga tak setabah Ayyub. Apalagi setampan
Yusuf. Tapi aku percaya kaulah laki-laki baik yang ada diakhir zaman ini.
Kaulah laki-laki baik yang akan membuatku jauh lebih baik. Kita akan sama-sama
jadi yang terbaik.
Saat
aku menulis ini aku pun sadar. Aku bukanlah wanita semulia Khadijah, pun aku
tak setaat Aisyah, apalagi secantik Zulaikha. Aku hanyalah wanita akhir zaman
yang berusaha menjadi baik dan berharap bisa lebih baik saat bersama mu. Iya,
bersama kamu.
Untuk
mu calon suami ku,,,
Jika
tiba saatnya kamu menjemput ku. Jemputlah aku dari waliku. Temui waliku,
utarakan niatmu jika kamu ingin meminangku. Lalu kau akan bersalaman dengan
waliku dan melafadzkan akad itu. Mudah bukan ???
Jika
tiba saatnya kita untuk bersatu. Ku mohon jangan kau meilihku karena elok paras
ku atau banyaknya harta ku, karena itu semua bersifat semu. Tapi pilihlah aku
karena cantiknya hatiku, eloknya akhlak ku, dan teguhnya imanku. Karena dari
situ kau tak akan mendapati kekecewaan.
Jika
tiba saatnya kau menjadi pendampingku. Ku harap kau mau berjanji untuk
senantiasa bersamaku. Senantiasa bersama, menua bersama cinta, hingga kita
bahagia di SurgaNya. Bersama-sama meniti jalanNya hingga tiba di SurgaNya.
Aaah
Sudahlah, aku tak sanggup untuk membayangkan betapa indahnya hidupku jika ku
jalani denganmu. Yang aku sanggup kini hanyalah memperbaiki diri agar kau tak
kecewa setelah memilihku. Yang aku sanggup hanyalah memantaskan diri agar
pantas untuk bersamamu.
Cukup
sekian surat dari ku ini. Mungkin esok atau lusa aku akan menyambungnya.
Wa’alaikumsalam.wr.wb
Dari calon istrimu.
Dy_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar