Rabu, 13 Agustus 2014

Surat untuk calon Suami ku


Assalamu’alaikum.wr.wb.

Bagaimana kabar mu hari ini ?? Apakah kau baik-baik saja ?? jika iya, maka kita sama. Aku juga baik-baik saja. Namun, jika ternyata kau sedang sakit, maka aku hanya bisa berdo’a kepada Allah untuk menyembuhkan dan mengangkat penyakit mu.

Apa kabar iman mu hari ini ?? Apakah tetap istiqomah menjalankan aturanNya ?? Atau sedikit goyah untuk mentaati perintahNya ?? bagaimanapun kabar imanmu hari ini, do’a ku semoga kau, semoga kita tetap bisa istiqomah untuk menjalakan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Semoga kau dan semoga aku tetap dalam naungan kasih dan sayangNya.

Saat aku menulis surat ini, aku tidak tahu, emm.. aku belum tahu siapakah gerangan yang akan menjadi suami ku kelak. Tapi,, siapapun engkau itu, aku percaya, kaulah pilihanNya yang terbaik untuk bisa menua bersama ku menuju surgaNya.

Aku percaya kaulah pilihan terbaikNya untuk dapat menuntunku menyusuri jalan ini hingga sampai pada JannahNya. Aku percaya kaulah pilihan terbaik dariNya yang bisa membawaku semakin dekat dan mencintaiNya. Aku yakin kaulah pilihan terbaik dariNya yang akan selalu mengingatkanku akan kewajiban ku padaNya. Aku yakin kaulah pilihan terbaik darinya yang akan menjadikanku wanita yang jauh lebih baik dan menjadikanku wanita yang paling bahagia.

Saat aku menulis surat ini, aku benar-benar tak tahu seperti apa dirimu. Aku percaya, kau tak mungkin semulia Muhammad Saw. Juga tak setabah Ayyub. Apalagi setampan Yusuf. Tapi aku percaya kaulah laki-laki baik yang ada diakhir zaman ini. Kaulah laki-laki baik yang akan membuatku jauh lebih baik. Kita akan sama-sama jadi yang terbaik.

Saat aku menulis ini aku pun sadar. Aku bukanlah wanita semulia Khadijah, pun aku tak setaat Aisyah, apalagi secantik Zulaikha. Aku hanyalah wanita akhir zaman yang berusaha menjadi baik dan berharap bisa lebih baik saat bersama mu. Iya, bersama kamu.

Untuk mu calon suami ku,,,

Jika tiba saatnya kamu menjemput ku. Jemputlah aku dari waliku. Temui waliku, utarakan niatmu jika kamu ingin meminangku. Lalu kau akan bersalaman dengan waliku dan melafadzkan akad itu. Mudah bukan ???

Jika tiba saatnya kita untuk bersatu. Ku mohon jangan kau meilihku karena elok paras ku atau banyaknya harta ku, karena itu semua bersifat semu. Tapi pilihlah aku karena cantiknya hatiku, eloknya akhlak ku, dan teguhnya imanku. Karena dari situ kau tak akan mendapati kekecewaan.

Jika tiba saatnya kau menjadi pendampingku. Ku harap kau mau berjanji untuk senantiasa bersamaku. Senantiasa bersama, menua bersama cinta, hingga kita bahagia di SurgaNya. Bersama-sama meniti jalanNya hingga tiba di SurgaNya.

Aaah Sudahlah, aku tak sanggup untuk membayangkan betapa indahnya hidupku jika ku jalani denganmu. Yang aku sanggup kini hanyalah memperbaiki diri agar kau tak kecewa setelah memilihku. Yang aku sanggup hanyalah memantaskan diri agar pantas untuk bersamamu.

Cukup sekian surat dari ku ini. Mungkin esok atau lusa aku akan menyambungnya.

Wa’alaikumsalam.wr.wb

Dari calon istrimu.

Dy_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar